PENTINGNYA MAKANAN SEHAT DAN HALAL BAGI TUBUH
PENTINGNYA MAKANANSEHAT DAN HALAL BAGI TUBUH
Makanan
sehat dan halal bagi tubuh merupakan syarat utama bagi manusia untuk hidup
sehat dan berkah. Manusia adalah makhluk yang memiliki potensi hayawaniyah
(kebinatangan). Manusia mempertahankan hidupnya dengan beradaptasi dengan
lingkungan sekitarnya. Allah SWT menciptakan alam semesta dan segala macam
isinya untuk kepentingan manusia. Kalau manusia mampu memanfaatkannya, maka ia
akan mendapatkannya. Sebaliknya, barang siapa tidak dapat menggunakannya secara
baik, manusia akan memperoleh kekecewaan dan kegagalan.
Makan
adalah salah satu cara manusia untuk mempertahankan hidup. Manusia memerlukan
makan sejak awal diciptakan. Sebagaimana cerita Nabi Adam, bahwa Allah SWT
telah memberikan kesempatan kepada Nabi Adam dan istrinya untuk memakan apa pun
yang ada di dalam surga. Akan tetapi Allah SWT melarang untuk tidak memakan 1
makanan yang apabila dimakan Nabi Adam dan istrinya termasuk ke dalam orang-orang
yang zolim.
Jadi
Allah SWT memberikan kenikmatan kepada manusia untuk memakan makanan yang ada
di muka bumi ini dengan sesuka hati. Namun pada saat yang sama Allah SWT juga
memberikan penegasan terhadap makanan yang tidak boleh atau haram dimakan. Dan
pentingnya memakan makanan yang sehat dan halal. Makanan yang sehat dan halal
atau dalam Islam disebut thayyib atau baik sangat penting dikonsumsi bagi
manusia. Makanan itu berguna bagi kualitas kesehatan jasmani maupun rohani.
Manusia yang memakan makanan sehat dan halal akan terhindar dari berbagai
penyakit yang sering bersarang di tubuhnya. Akal pikiran dan hati nuraninya
akan terjaga dari hal-hal yang merusak ibadahnya. Sebaliknya, makanan yang
haram yang terdapat dalam perut akan merusak jaringan otak, menimbulkan
penyakit, dan melalaikan untuk mengingatkan diri kepada Allah SWT.
Bila
kita ingin menilai suatu makanan bergizi atau tidak, maka kita harus mengetahui
komposisinya terlebih dahulu. Bahan makanan yang thayyib (baik) bagi umat Islam
harus memenuhi syarat halal. Dan yang haram pasti tidak baik bagi kaum muslim.
Bahan makanan yang menurut ilmu pengetahuan tergolong baik, belum tentu
termasuk halal bagi seorang muslim. Dan juga sebaliknya, makanan yang tergolong
halal, belum tentu termasuk baik menurut ilmu pengetahuan, pada kondisi
tertentu.
Misalnya,
otak hewan ternak adalah halal. Akan tetapi tidak baik dikonsumsi oleh orang
yang menderita penyakit jantung. Karena mengandung kolesterol tinggi yang dapat
membahayakan jiwanya. Sedangkan persyaratan makanan yang thayyib menurut ilmu
gizi, ialah yang dapat memenuhi kriteria :
Pertama,
memenuhi kepuasan jiwa yakni memberi rasa kenyang, memenuhi kebutuhan naluri
dan kepuasan jiwa, dan memenuhi kebutuhan sosial-budaya.
Kedua,
memberikan tenaga. Mendukung pembentukan sel-sel baru untuk pertumbuhan badan,
mendukung pembentukan sel-sel atau bagian-bagian sel untuk menggantikan yang
rusak, mengatur metabolisme zat-zat gizi dan keseimbangan cairan dan asam basa,
serta berfungsi dalam pertahanan tubuh.
Halal
(Arab: حلال ḥalāl;
‘diperbolehkan’) adalah segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk
digunakan atau dilaksanakan, dalam agama Islam. Istilah ini dalam kosakata
sehari-hari lebih sering digunakan untuk menunjukkan makanan dan minuman yang
diizinkan untuk dikonsumsi menurut Islam, menurut jenis makanan dan cara
memperolehnya. Pasangan halal adalah thayyib yang berarti ‘baik’. Suatu makanan
dan minuman tidak hanya halal, tetapi harus thayyib; apakah layak dikonsumsi
atau tidak, atau bermanfaatkah bagi kesehatan. Lawan halal adalah haram.
Tips
sehat ala Nabi Muhammad SAW:
Pertama,
asupan awal ke tubuh Nabi SAW adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun
sebelum subuh dan melaksanakan shalat malam. Beliau mandi pagi sebelum subuh,
sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Setelah mandi lalu berangkat
ke masjid dengan berjalan kaki guna menunaikan shalat subuh berjama’ah.
Kedua,
di pagi hari, Nabi SAW membuka menu dengan segelas air sejuk yang dicampur
sesendok madu asli. Yang sangat baik untuk membersihkan lambung, mengaktifkan
usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir, dan peradangan.
Ketiga,
Nabi SAW sangat selektif dalam hal makanan. Tidak ada satupun makanan yang
dikonsumsi bersifat subhat (meragukan) apalagi haram. Selalu halal dan thayyib.
Nabi SAW mengajarkan makan itu sedikit saja, maksimal 1/3 bagian dari kapasitas
perut. Beliau mengajarkan pada kita agar makan sebelum terlalu lapar, dan
berhenti makan sebelum kenyang. Dari aspek adab, beliau makan dalam keadaan
tenang, tidak tergesa-gesa dan dengan tempo sedang.
Keempat,
Nabi SAW sering menyempatkan waktu untuk berolahraga. Terkadang sambil bermain
bersama anak dan cucu-cucunya.
Kelima,
Nabi SAW tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Biasanya beliau tidur lebih
awal supaya bisa bangun lebih pagi, pada pertengahan malam kedua. Beliau tidak
pernah tidur melebihi kebutuhan.
Keenam,
Nabi SAW sangat mantap dalam ibadahnya. Baik yang wajib maupun yang sunnah.
Penjelasan
di atas hanya sebagian kebiasaan Nabi SAW yang dapat menunjang kesehatan.
Sangat patut untuk dicontoh dalam pola hidup kita. Marilah kita bersama-sama
untuk memperhatikan makanan kita agar tetap terjaga dari keharaman fisiknya dan
keharaman cara memperolehnya. Makanan yang sehat dan halal sangat baik bagi
kebutuhan jasmani dan rohani kita.
salah
satu makanan sehat dan halal anjuran nabi Muhammad Saw adalah sajian Menu
Aqiqoh. Aqiqoh Nurul Hayat sdh tersebar di 60 kabupaten dan kota seluruh
pelosok Nusantara. untuk pemesanan Aqiqoh Nurul Hayat
Tuban http://wa.me/085102920509 atau bisa buka di https://tuban.aqiqahnurulhayat.com
/ http://aqiqahnurulhayat.com/
Comments
Post a Comment